<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.5.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>.:: S E Z ::.</title>
	<link>http://sez.syamsulbahrum.web.id</link>
	<description>SPECIAL ECONOMIC ZONE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jul 2008 15:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>RUSUNAWA: RUMAH BAGI PEKERJA DI ERA BATAM FTZ</title>
		<description><![CDATA[
Jumlah penduduk Kota Batam yang terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam sampai dengan April 2008 mencapai 811.500 jiwa. Diperkirakan dengan telah disetujuinya dan ditetapkannya Perppu No.1/2007 menjadi Undang-Undang No.44 Tahun 2007, maka Batam akan mengalami ”hypher urbanization” yakni surplus migrasi penduduk ke perkotaan. Phenomena demographis Batam 1970-1997 dimana rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai [...]]]></description>
		<link>http://sez.syamsulbahrum.web.id/2008/07/10/rusunawa-rumah-bagi-pekerja-di-era-batam-ftz/</link>
			</item>
	<item>
		<title>FTZ DAN “CONTEMPORER ECO-THEOLOGY “</title>
		<description><![CDATA[
Suatu kawasan apabila ditetapkan sebagai  “Free Trade Zone” harus memiliki rancang bangun yang jelas tentang manajemen lingkungan hidup (ecological blue-print). Suatu skenario perencanaan pembangunan  yang mengamankan sisi ekologi  bagi mendukung pembangunan itu sendiri. Secara zonasi peruntukan (land-use planning), pengamanan lingkungan (hutan dan lahan hijau) tergambar dalam Master Plan SEZ yang juga merupakan [...]]]></description>
		<link>http://sez.syamsulbahrum.web.id/2008/07/10/ftz-dan-%e2%80%9ccontemporer-eco-theology-%e2%80%9c/</link>
			</item>
	<item>
		<title>FTZ METROPOLIS BATAM DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN MANAJEMEN KOTA ABAD KE 21</title>
		<description><![CDATA[Paradigma manajemen kota di abad milenium adalah pada manajemen stratejik yang berfokus pada administrasi publik. Mengadopsi model manajemen Abad 21 BAGI Batam Metropolis FTZ (BM-FTZ) membutuhkan adanya reformasi  struktural (kinerja institusi) dan transformasi kultural (sikap mental aparatur) untuk meningkatkan  pelayanan publik. Orientasi institusi yang sebelumnya lebih menekankan pada aspek hasil (out-put) harus bergeser [...]]]></description>
		<link>http://sez.syamsulbahrum.web.id/2008/07/10/ftz-metropolis-batam-dalam-perspektif-pendekatan-manajemen-kota-abad-ke-21/</link>
			</item>
	<item>
		<title>FTZ DALAM PERSPEKTIF HISTORIKAL DI BATAM  BANDAR DUNIA YANG MADANI</title>
		<description><![CDATA[
Apapun yang menjadi dasar pemikiran (the idea behind its development) bahwa Batam pada tahap awal pembangunan (1971) dirancang  lebih terfokus sebagai basis reparasi “oil rigs/jacket” (terkonsentrasi di kawasan Batu Ampar) bagi operasionalisasi “off-shore drilling companies”. Pada  saat itu, Batam lebih dikenal sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Riau  yang beribukota di [...]]]></description>
		<link>http://sez.syamsulbahrum.web.id/2008/07/10/ftz-dalam-perspektif-historikal-di-batam-bandar-dunia-yang-madani/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
